THE NEON DEMON: When Beauty Takes Over

The Neon Demon (2016)

The Neon Demon (2016)

Genre: Horror, Thriller | Director: Nicholas Winding Refn | Duration: 117 minutes

Melihat nama Nicholas Winding Refn – selanjutnya disebut NWR, setidaknya para cinephile bakal sadar kalau dia adalah dalang dibalik kehadiran film neo-noir crime berjudul “Drive” (2011), dibintangi Ryan Gosling. Gaya film doi juga sangat menarik perhatian gue, yang gemar dengan angle simetris, rapi, dan terkesan “sepi”. Tentu gue langsung tertarik ketika NWR mengeluarkan film terbarunya berjudul “The Neon Demon”. “The Neon Demon” menceritakan Jesse (Elle Fanning), seorang gadis remaja yang baru terjun ke dunia modeling, bertempat di Los Angeles.

Jesse (Elle Fanning) the newcomer

Jesse (Elle Fanning) a newcomer model in LA

THE PURITY OF JESSE’S BEAUTY (DAMN IT RHYMES)

Saat film dimulai, “The Neon Demon” memberikan kehadiran karakter yang kuat melalui sosok Jesse sebagai gadis remaja polos dengan kecantikan murni. Dibanding model-model lain yang kebanyakan telah melakukan “perombakan” demi menjadi bentuk ideal versi mereka sendiri, Jesse adalah perempuan menawan, dan ia sudah puas akan bentuk fisiknya. “Kesuciannya” ini membuat dirinya banyak dipuja oleh pihak-pihak di dalam industri modeling, ia menjadi “sinar” di tengah-tengah “kegelapan”. Secara cepat ia mendaki menuju puncak perjalanan karirnya – masa bodoh lah dengan ketiadaan pengalaman modeling Jesse.

TND-2

POINTLESS AND AWKWARD

Namun, semakin mendalami isi film, gue merasakan ketidakjelasan prosa dan problema pada “The Neon Demon” yang sejujurnya bikin bingung untuk menggarap resensinya dari segi konteks. Film ini hampir tidak punya makna, sebenarnya ingin mengangkat hal apa, sih? Kerasnya dunia modeling? Ngga juga ah, tidak ada cerita yang memperlihatkan betapa sulitnya usaha seorang model agar bisa menjadi terkenal. Bahkan kehadiran Sarah (Abbey Lee), dan Gigi (Bella Heathcote) yang – menurut apa yang gue tangkap, merupakan model senior, tidak memberikan cerita secara garis besar seperti apa industri modeling itu. Kalau begitu, perjalanan Jesse dalam meniti karirnya? Hmm.. Ragu-ragu sih, buktinya ia mudah-mudah saja tuh melewati proses yang bahkan model berpengalaman pun belum tentu bisa lolos.

Perihal lain yang gue sadari, adalah ketiadaan score saat antar pemainnya melakukan percakapan, seakan membuat atmosfir film terasa kosong dan canggung. Entah apakah ini disengaja atau tidak. Selain itu, sebagai film yang diklaim bergenre horror bercampur thriller, nyatanya kedua unsur ini tidak terbentuk dengan baik, sensasi menegangkannya jadi mudah terlupakan seiring film berjalan.

Gue bakal mengabaikan keterlibatan Keanu Reeves di film ya, bagi gue peran dia cukup hanya sebagai cameo dan bagian dari strategi marketing. Huh!

TND-3

THE SAVIOUR

Hampir di setiap frame pada film ini cukup worth it untuk dijadikan bahan #OnePerfectShot di Twitter. Pengolahan shot pada gambar yang terkesan kaku dan dingin nampaknya dilakukan untuk memberi sebuah interpretasi yang sama terhadap industri modeling itu sendiri sebagai dunia yang penuh persaingan, sarat akan kecemburuan, dan wadah sempurna bagi jiwa-jiwa ambisius yang tak ingin segera tergantikan.

Di sini, gue sangat berterima kasih kepada Cliff Martinez dan teman-temannya sebagai composer film, mereka berhasil memadukan score dan sinematografi “The Neon Demon” secara sempurna. Kesesuaian perpaduan irama electronic untuk film yang fashionable dan edgy, menghidupkan “The Neon Demon” yang telah ‘mati’ akibat buruknya alur serta isi cerita. Menambahkan satu nilai untuk lagu “Waving Goodbye”, persembahan kolaborasi Sia dan Diplo sebagai penutup credit pada film. This song instantly became my favorite!

TND-10

Intinya, “The Neon Demon” adalah “asupan sempurna” buat mata gue. Keterampilan Nicholas Winding Refn dalam menggarap angle suatu adegan menjadi apik memang tidak diragukan lagi. Tetapi, film ini ngga berarti apa-apa. Mengulang, bahwa baik dari segi karakter dan juga cerita, sangat disayangkan tidak tergali dengan baik.

Apart from its beauty angle and electro-sounds-like music that (fortunately) suits the picture, The Neon Demon (2016) feels empty.

BONUS! Some of the perfect shot from the movie for you:

TND-4 TND-5 TND-6 TND-7 TND-8 TND-9 TND-11

ALSO BONUS! Some video treats for you about favorite scene and soundtrack of mine:

Disclaimer: All pictures used in this review were taken from IMDb.


If you have your own interpretation or just want to make a comment about the film or my review, kindly share your thoughts below!

Your feedback is all that I need.

Advertisements

2 thoughts on “THE NEON DEMON: When Beauty Takes Over

SHARE YOUR THOUGHTS!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s