Review Album: MADE SERIES

BIGBANG - M.A.D.E

BIGBANG – M.A.D.E

Genre: Alternative R&B, Hip-hop, Korean pop | Total Tracks: 8 | Label: YG Entertainment

Setelah dirilisnya album ALIVE pada tahun 2012, kini BIGBANG kembali melakukan comeback yang diberi nama “MADE Series”. Tentu para VIPs (sebutan fans BIGBANG) di seluruh dunia yang mengetahui kabar ini langsung meluapkan kegembiraannya melalui media sosial. Diawali dengan YG Entertainment yang meng-upload sebuah gambar “bom waktu” di Twitternya, memberikan tanda tanya besar apa arti dari gambar tersebut, hingga muncul berbagai spekulasi baik dari para VIPs maupun kalangan pendengar musik k-pop.

Akhirnya pada tanggal 24 April YG Entertainment memberikan jawaban dengan meng-upload sebuah gambar berisi lima buah tanggal yang kemudian diartikan sebagai tanggal perilisan lagu-lagu terbaru dari BIGBANG.

plan

Apa yang menarik perhatian disini adalah, cara BIGBANG dan YG Entertainment dalam melakukan perilisan: diwakilkan oleh huruf M, A, D, dan E. Setiap huruf ini mengandung dua buah lagu persembahan dari grup tersebut.

M

LOSER // BAE BAE

Di awali dengan perilisan single M Series” berisi lagu “Loser” dan “Bae Bae” pada 1 Mei 2015. “Loser” merupakan lagu bertempo cukup pelan dengan alunan piano disertai makna lirik yang cukup dalam, sedangkan “Bae Bae” terdengar enerjik dengan sentuhan musik trap serta lirik lagu yang cenderung nyeleneh. Sayangnya, irama “Loser” terasa cukup monoton. Namun, berhasil ditutupi dengan makna dari lirik lagu. Lain halnya dengan “Bae Bae” yang berhasil menarik perhatian penulis karena memiliki karakter kuat, terutama bagian rap dari T.O.P dan G-Dragon. Tidak heran hingga saat review ini ditulis, “Bae Bae” masih masuk dalam daftar lagu favorit penulis.

A

BANG BANG BANG // WE LIKE TO PARTY

Satu bulan telah berlalu, BigBang kembali merilis “A Series” dengan lagu “Bang Bang Bang” dan “We Like To Party”. Pertama kali mendengar “Bang Bang Bang”, seperti tipe lagu yang akan membuat pendengarnya secara tidak sadar menggoyangkan badannya karena alunan beat-nya begitu menggebu. Pun lagu ini memiliki kelemahan, kurang klimaksnya saat memasuki bagian refrain. Padahal, saat bagian Taeyang menyanyi, penulis mengharapkan ‘keributan’ di refrain lagu tersebut – like the beat drops. “We Like To Party” nampaknya merupakan jenis lagu yang sangat cocok didengar saat liburan. Secara komposisi, lagu ini sungguh easy-listening dan terdengar sejuk di telinga. Sungguh disayangkan, vokal Seungri dan Daesung terbilang cukup sedikit dibanding member lainnya.

D

IF YOU // SOBER

1 Juli 2015, “D Series” dirilis yang berisikan lagu “If You” dan “Sober”. Kesan pertama akan lagu ini, penulis langsung dibuat jatuh hati pada solo T.O.P di bagian awal. Lagi-lagi BigBang merilis lagu bertemakan patah hati. Diiringi petikan gitar yang lembut bahkan hingga akhir lagu, “If You” masih bertahan dengan kesederhanaan komposisi lagunya. Pertama kalinya dalam MADE Series, tidak ada vokal rap baik dari T.O.P maupun G-Dragon. Kekuatan dari vokal para member saat menyanyikan “If You” tersalurkan secara baik kepada telinga pendengarnya. Sedangkan “Sober” memiliki ritme lagu cukup up-beat namun tidak “rusuh” sehingga masih enak dinikmati baik saat galau ataupun bila membutuhkan suntikan semangat. Penulis tidak menaruh banyak kritik terhadap lagu ini, karena komposisi lagu sudah terasa pas secara keseluruhan. Bagian favorit penulis dari “Sober” yaitu pada bridge yang dinyanyikan oleh Seungri dan G-Dragon, yang sebelumnya telah dinyanyikan G-Dragon saat tampil pada MAMA 2013 – membawakan lagu “Crooked”.

E

ZUTTER // LET’S NOT FALL IN LOVE

Terakhir, “E Series” yang – bagi penulis sangat istimewa karena menghadirkan duet “garang” dari rapper favorit, G-Dragon & T.O.P semenjak perilisan album (awal dan mungkin terakhir) pada tahun 2010. Ya, butuh waktu 5 tahun bagi mereka untuk kembali membuat lagu bersama, “Zutter”. Alunan musiknya cukup asik namun masih memberikan karisma dari kedua rapper. Kelebihan dari lagu ini, walaupun tidak memiliki terlalu banyak variasi lirik, “Zutter” tidak terdengar membosankan. Nampaknya, T.O.P menaruh andil cukup banyak di lagu ini. Selain vokal rap, ia juga menyisipkan sedikit nyanyian – bukan hal lumrah bagi seorang T.O.P untuk menyanyi. “Zutter” memberikan performa T.O.P yang all-out tapi tidak terlewat batas. “Let’s Not Fall In Love” menyajikan karakter vokal Taeyang, Daesung dan Seungri yang terpancar kuat terhadap tema lagu. Selain itu, BIGBANG berhasil membuktikan bahwa dalam menciptakan lagu romansa tidak perlu untuk selalu menggunakan tempo pelan seperti pada lagu “If You”.

♦♦♦

Di setiap serinya, terdengar cukup kontras perbedaan antara lagu, yang satu berirama pelan, dan satu lagi lebih enerjik. Vokal masing-masing anggota rasanya juga tidak perlu dikomentari karena mereka sudah tentu akan menyesuaikan karakter suara dengan tema lagu tersebut. Secara keseluruhan, penulis menikmati lagu-lagu dari “MADE Series”. Walaupun awalnya sempat merasa pesimis karena khawatir bila G-Dragon akan “mengambil alih” album dengan memberikan pengaruh musik gaya barat seperti apa yang ia lakukan dengan solo albumnya “Coup D’ Etat” serta duetnya dengan Taeyang, “Good Boy”. Namun, hingga 8 lagu yang telah dirilis ke khayalak umum, hal tersebut tidak terbukti. G-Dragon sadar bila BIGBANG merupakan satu kesatuan yang tentu berbeda. Jadi, tidak bisa menyamakan musik BIGBANG dengan dirinya saat membuat lagu solo.

Mengenai cara promosi yang dilakukan, menurut penulis bisa dibilang BIGBANG cukup berani untuk mengambil keputusan seperti itu. Gerakan industri musik Korea, terutama k-pop, dalam melakukan promosi memiliki jam terbang tinggi – acara musik rutin, tangga lagu yang selalu aktif, mengundang para idol (sebutan bagi penyanyi k-pop) untuk hadir dalam acara-acara talkshow hingga variety, dsb. Hal ini menyebabkan resiko BIGBANG untuk bertahan dengan tema lagu dalam kurun waktu hanya sebulan. Perilisan lagu secara massal, juga berdampak kurang meninggalkan kesan istimewa bagi pendengar musik, terutama non VIPs. Walaupun setiap lagu dirilis, BIGBANG langsung menempati nomor satu di semua tangga musik di Korea. Setidaknya, cara promosi seperti ini dapat menjadi alternatif baru dalam melakukan promosi lagu, yang dilakukan oleh ke-lima member tampan ini. “MADE Series” menyajikan musik k-pop bernuansa “segar” dan berkarakter modern. Sebagai boyband yang mengaransemen musiknya sendiri, kejeniusan BIGBANG memang tidak perlu dipertanyakan.

Apa lagu favorit MADE Series-mu?

Advertisements

SHARE YOUR THOUGHTS!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s