GANGS OF NEW YORK: A Review

 

Gangs of New York (2011)

Gangs of New York (2002)

Genre: Drama, Historical, Suspense | Director: Martin Scorsese | Duration: 160 minutes

CAUTION! SPOILER ALERT!

Sadis, mencekam, dan penuh dengan pemberontakan, adalah kesan pertama yang diberikan oleh “Gangs of New York” kepada penontonnya. Bagaimana tidak, beberapa kali menayangkan adegan yang tentunya tidak dapat dinikmati oleh penonton dengan golongan semua umur, bentrok antar banyak geng dari Amerika Serikat dan Irlandia ini menghasilkan pertarungan dengan pertumpahan darah dimana-mana, penusukan dan pembantaian antar anggota geng demi mencapai satu tujuan yang berbeda: masyarakat asli Amerika yang ingin mempertahankan tanah airnya dan masyarakat Irlandia yang ingin mendapatkan tanah warga Amerika.

gony-2

Harga diri kedua bangsa memang dipertaruhkan, mereka lebih rela untuk mati terhormat di tengah pertarungan ketimbang menerima nasib dan tak melakukan apa-apa untuk bangsanya. Tidak hanya itu, Amerika pada jaman dahulu sangat tidak mentoleransi adanya perbedaan ras, terutama ras kulit hitam. Seringkali menampilkan penyiksaan kejam dan tidak manusiawi kepada mereka yang berkulit hitam. Sikap ketidakadilan dari masyarakat Amerika Serikat pun membuat mereka memilih untuk membela masyarakat Irlandia yang pada jaman itu dicap sebagai kaum buruh, akibat banyaknya masyarakat Irlandia bermigrasi ke Amerika untuk mendapatkan pekerjaan. Masyarakat Irlandia juga banyak menerima perlakuan yang tidak manusiawi dari warga Amerika. Pengambilan keputusan pemerintah Amerika terhadap warga Irlandia secara sepihak merupakan salah satu faktor ingin melawannya warga Irlandia demi mendapatkan haknya sebagai manusia.

Konflik terjadi dimana-mana dan hampir setiap saat, baik itu konflik dengan melibatkan sedikit orang maupun banyak orang. Sulit rasanya apabila mengimpikan kehidupan damai dan tentram dalam keseharian kita. Terlepas bagaimana manusia dapat mengatasi konflik tersebut dengan dewasa. Sayangnya, hal ini mungkin tidak berlaku untuk konflik hebat yang terjadi di film ini. Harga diri yang dijunjung lebih tinggi daripada kematian mereka sendiri membuat Amsterdam Vallon (Leonardo DiCaprio) memilih untuk menyembunyikan identitasnya kepada Bill “The Butcher” Cutting (Daniel Day-Lewis) agar bisa membalaskan dendam terhadap kematian ayah Vallon (Liam Neeson) dan juga berjuang untuk masyarakat Irlandia. Pada akhirnya, Bill Cutting mengetahui rahasia tersebut dan geram terhadap Amsterdam. Singkat cerita, pertarungan antar geng kembali terjadi untuk yang kedua kalinya namun menjadi akhir bagi kehidupan Bill Cutting, ia meninggal. Kemenangan mutlak untuk bangsa Irlandia.

gony-3

Dibalik aksi anarkis yang dilakukan oleh masyarakat Amerika dan Irlandia ini ternyata tersimpan beberapa nilai sosial yang tidak mudah dilihat secara sekilas saja. Siapa yang menyangka, dari aksi pertumpahan darah ini ternyata menyiratkan tingginya rasa nasionalis kedua geng yaitu sama-sama bertarung dan mengatasnamakan negaranya. Bill Cutting adalah seorang penduduk asli Amerika, bukan hal asing bila ia mati-matian menjaga tanah airnya agar tidak dicuri oleh masyarakat dari negara lain.

Sementara ayah Amsterdam, yang merupakan seorang pendeta Irlandia tak sanggup melihat warganya hidup dalam kesengsaraan karena diperlakukan secara tidak manusiawi oleh penduduk Amerika, akhirnya melakukan perlawanan demi pencapaian hak dan harga diri sebagai warga Irlandia dengan mengambil tanah Amerika. Selain nilai sosial, terdapat nilai budaya yang diturunkan dari ayah Amsterdam kepada anaknya ketika masih kecil. Vallon menanamkan sebuah nilai kepada sang anak bahwa hendaknya Amsterdam selalu setia kepada negara dan rakyatnya terutama apabila ayahnya telah tiada. Hal tersebut berhasil dibuktikan dengan Amsterdam yang berani mengambil resiko untuk menyembunyikan identitasnya kepada Bill Cutting dan melakukan pertarungan antar geng kembali.

Walaupun kental dengan unsur kekerasan, film ini ternyata memuat beberapa nilai yang tidak semua orang sadar akan nilai-nilai tersebut. Kembali kepada bagaimana cara kita untuk memberikan sebuah interpretasi secara positif atau negatif terhadap suatu hal. “Gangs of New York” adalah salah satu film yang menunjukkan kepada para penontonnya bahwa ditengah alur cerita dan visual yang dianggap negatif pun juga mengandung pesan moral.

Disclaimer: All pictures used in this review were taken from IMDb.


What do you think about “Gangs of New York”? Share your thoughts below!

Advertisements

SHARE YOUR THOUGHTS!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s