Review Album: MR. GAE

Kang Gary - MR. GAE

Kang Gary – MR. GAE

Genre: Hip-hop, Rap | Total Tracks: 6 | Label: LOEN Entertainment

Kang Hee Gun, atau biasa dipanggil dengan nama panggungnya, Kang Gary, adalah anggota dari duo hip-hop LEESSANG. Bersama dengan Gil, LEESSANG memulai debutnya pada tahun 2002 hingga sekarang dan telah merilis 8 album. Pada kesempatan ini, Kang Gary merilis mini album solo yang pertama berjudul “MR. GAE” pada tanggal 15 Januari 2014. Album ini memiliki empat buah  lagu dan dua instrumental. Pada hari perilisan, Gary juga merilis dua video klip untuk lagu “ZOTTO MOLA” kemudian “Shower Later” yang dirilis dua jam setelahnya.

“MR. GAE” adalah salah satu album yang menarik minat banyak penggemar, baik penikmat musik hip-hop, LEESSANG, maupun penggemar Running Man – variety show Korea dimana Gary ikut andil menjadi anggota tetap. Album “MR. GAE” memiliki ‘kepribadian’ yang sedikit berbeda dengan album-album LEESSANG, Gary ingin memberikan sebuah gambaran kepada para penikmat musiknya melalui album “MR. GAE” sebagai pria yang karismatik dan melankolis namun juga “rebel” atau “badass”. Meski begitu, sebagai seorang rapper, Gary tetap memberikan lirik puitis dengan arti yang dalam seperti lirik lagu dalam album-album LEESSANG. Lagu-lagu di album “MR. GAE” lebih menekankan kepada susunan melodi, terbukti dengan adanya elemen dubstep, alunan piano dan instrumen-instrumen musik tiup.

1.      ZOTTO MOLA (XX몰라) – 3:35

Menjadi single pertama dari album ini, Gary juga merilis musik videonya untuk lagu Zotto Mola. Lagu yang melankolis dengan sentuhan piano lembut serta liriknya yang dalam, menjadikan lagu ini cocok untuk didengarkan bagi yang tengah mengalami patah hati. Gary seperti menumpahkan semua perasaan dan kegalauan hatinya terhadap seorang perempuan sehingga ia tidak tahu lagi harus bagaimana. Sebuah keputusan yang tepat menjadikan Zotto Mola sebagai single, terbukti dengan menempati posisi nomor satu saat hari pertama dirilis.

2.      SHOWER LATER (조금 이따 샤워해 [Feat. Crush]) – 4:00

Kesan pertama saat mendengar “Shower Later” adalah sensualitasnya yang begitu terasa, apalagi dengan suara menggoda dari Crush dalam lagu ini. Inti liriknya juga mengenai seorang pria yang tidak ingin melepaskan pelukannya dari seorang wanita yang telah menghabiskan malam bersamanya. Bagaimana lelaki tersebut sangat memuja wanitanya bahkan dari siluetnya saja. Gary pintar untuk memadukan rap dan hip-hop dengan elemen musik jazz sehingga lagunya sangat easy-listening.

3.      DRUNKEN NIGHT TUNE ( 취한 밤의 노래 [Feat. Jung-in]) – 3:57

Diawali dengan alunan musik tiup pianika, melodi dalam lagu ini terlihat cukup bervariasi namun sekali lagi Gary berhasil memadukannya dengan unsur hip-hop dan gaya rapnya. Lagu ini nampaknya bercerita tentang kehidupan Gary, dimana ia telah mendapatkan kehidupan yang sangat berkecukupan dengan menjadi seorang musisi, kaya dan terkenal. Tetapi, suatu hari ketika sedang mabuk lalu ia seakan melihat sebuah masa depan yang sebenarnya sangat ditakutinya. Kolaborasi dengan Jung-in memberikan ‘energi’ cukup lewat suaranya yang lantang.

4.      MR.GAE (Feat. Juvie Train, 계범주) – 4:00

MR. GAE menyertakan unsur dubstep dan alunan beat serta snare drum. Pada bagian awal lagu ini sudah terasa badass-nya, keangkuhan akan seorang Mr. Gae yang selalu menghapus huruf “ry” dari namanya saat akhir pekan dan berkeliling ke daerah-daerah metropolitan dengan keadaan setengah mabuk – nampaknya Gary adalah lelaki yang gemar minum. Hal yang menarik adalah pada lirik If you want, you can be a couple with me except for Mondaysbukan sesuatu yang asing, bahkan akan membuat pendengarnya tergelitik. Dalam acara hiburan Korea yang bernama Running Man, Gary memiliki ‘kekasih’ dengan member tetap di acara tersebut, Song Ji-hyo namanya. Selain itu, acara ini mengadakan syuting pada hari Senin sehingga mereka dijuluki sebagai “Monday Couple” (pasangan – yang menjalin hubungan saat – hari Senin). Sangat disayangkan, lagu ini menyisakan sekitar 50 detik untuk dubstep, yang sebenarnya tidak terlalu menarik perhatian dan jauh dari “kepribadian” album Gary. Rasanya seperti ingin memberitahukan Gary untuk menyisihkan bagian ini dan menerbangkannya ke Milky Way.

Dari empat lagu utama diatas, jelas terjadi perbedaan aliran yang sangat mencolok di tiap lagunya, apalagi ketika membandingkan dengan album-album LEESSANG, Gary tampaknya ingin mengeksplor musiknya dengan mencoba berbagai unsur-unsur melodi yang sedang hit. Dampaknya, album ini agak sulit diterima oleh pendengarnya yang berekspetasi bahwa album “MR. GAE” memiliki lagu-lagu seperti di album LEESSANG. Meskipun perbedaan tersebut mungkin bisa dikatakan karena Gary ingin memperbaiki atau menambah imej sebagai musisi nakal dan berani mengambil resiko. Selain perbedaan yang cukup terasa, album ini juga memiliki lirik-lirik yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berumur 19 tahun ke atas. Merupakan hal wajar, seorang rapper memang tidak jarang untuk memberikan lirik yang provokatif dan berani sebagai bagian dari bentuk ekspresinya.

Advertisements

SHARE YOUR THOUGHTS!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s